
Dream Theater, grup band asal New York ini telah mengumumkan BLACK CLOUDS & SILVER LININGS sebagai judul album kesepuluh mereka dan dirilis pada 23 Juni 2009. Pihak Roadrunner akan mencicil rilis dari keenam lagu yang ada. Mereka berencana untuk mempublikasikan 1 lagu tiap 1 minggu sebelum 23 Juni 2009.
Pihak Roadrunner sendiri berencana mengeluarkan album standar (1 CD) dan 3-disc Special Edition CD berisikan full album, yaitu instrumental mix dan 6 lagu pada album itu sendiri. Judul dari tiap versi akan diumumkan selanjutnya. Disamping mengeluarkan CD album, Roadrunner juga membuat video klip single terbaru Dream theater yang berjudul “A Rite of Passage”. Rencananya, video klip ini akan diluncurkan pada akhir Maret 2009. Album ini akan diproduseri oleh Mike Portnoy dan John Petrucci, sementara Paul Northfield bertanggungjawab atas studio mixing.
Berikut track listing album BLACK CLOUDS & SILVER LININGS :
1. A Nightmare to Remember
2. A Rite of Passage
3. Wither
4. The Shattered Fortress
5. The Best of Times
6. The Count of Tuscany
DREAM THEATER'S NEW ALBUM
Selasa, 05 Januari 2010
0
komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subscribe RSS
Search
Followers
Categories
- Tulisan Ga Guna (1)
Blog Archive
-
▼
2010
(8)
- ► Mar 21 - Mar 28 (1)
- ► Feb 28 - Mar 7 (1)
- ► Jan 31 - Feb 7 (1)
-
►
2009
(1)
- ► Sep 27 - Okt 4 (1)
About Me
- farizramadhan
- Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
- Tempatku berbagi, menuangkan apa yang selama ini telah menjadi hobi semangatku akan sesuatu. Aku senang, aku suka, kutuliskan disini.
Daftar Blog
Mukadimah Fajar
Aku mencintaNya, Tuhan. Wanita ciptaanMu yang saat ini Kau takdirkan padaku.
Aku begitu yakin, Dia lah wanita itu. Wanita yang mampu tenangkan Aku nanti dikala gundah hati. Wanita yang dapat memberikan setiap senyum manisnya pada tiap persendian di tubuhku.
Ia sungguh punya kuasa akan kontrol diriku. Keberadaannya membuat lelaki jatuh hati. Sorot mata indah itu mampu mengendalikan kehidupan di sekitarnya. Begitu menurutku sosoknya.
Dengan itu, tegakah Engkau menjauhkan hatiku dan hatinya. Bukankah semua organ vital tubuh manusia diciptakan berpasangan? Kenapa Aku begitu menginginkan hatinya menjadi pasangan hatiku yang tunggal? HatiKu terlanjur memilih hatinya untuk menemani tiap detak jantungku. Kebetulankah ini? Atau semuanya adalah turut campurMu, My Lord?
Ingin sekali terus menatap mata indahnya. Tetapi Kau tak menciptakan lelaki hanya Aku seorang di dunia ini. Ada begitu banyak yang mampu menarik hatinya. Tapi saat ini Kau percayakan Aku untuk menjaganya, menjadi teman hari-harinya. Dan sekarang Kau pisahkan Aku dan 'keputusanMu' dengan jarak yang tak mampu Ku pandang dengan penglihatan terbatas ini...
Tunjukkan kebijaksanaanMu akan Hubungan ini!
Aku begitu yakin, Dia lah wanita itu. Wanita yang mampu tenangkan Aku nanti dikala gundah hati. Wanita yang dapat memberikan setiap senyum manisnya pada tiap persendian di tubuhku.
Ia sungguh punya kuasa akan kontrol diriku. Keberadaannya membuat lelaki jatuh hati. Sorot mata indah itu mampu mengendalikan kehidupan di sekitarnya. Begitu menurutku sosoknya.
Dengan itu, tegakah Engkau menjauhkan hatiku dan hatinya. Bukankah semua organ vital tubuh manusia diciptakan berpasangan? Kenapa Aku begitu menginginkan hatinya menjadi pasangan hatiku yang tunggal? HatiKu terlanjur memilih hatinya untuk menemani tiap detak jantungku. Kebetulankah ini? Atau semuanya adalah turut campurMu, My Lord?
Ingin sekali terus menatap mata indahnya. Tetapi Kau tak menciptakan lelaki hanya Aku seorang di dunia ini. Ada begitu banyak yang mampu menarik hatinya. Tapi saat ini Kau percayakan Aku untuk menjaganya, menjadi teman hari-harinya. Dan sekarang Kau pisahkan Aku dan 'keputusanMu' dengan jarak yang tak mampu Ku pandang dengan penglihatan terbatas ini...
Tunjukkan kebijaksanaanMu akan Hubungan ini!
Senja di Pantai Panjang Bengkulu
Gradasi hitam dan oranye di langit Senja pantai Panjang Bengkulu selalu indah dinikmati. Cahaya yang lembut selalu membuat hati tenang kala memandangnya. Bisik-bisik pasir putih, seru deruan ombak, suara angin dari puncak pinus tak akan pernah terlupakan hingga kapan pun. Membuat betah berbaring di permadani pasirnya yang dingin hingga larut sunset menjelang. Tapi Pengalaman itu akan jarang Aku rasakan untuk beberapa waktu kedepan. Ini masalah menjemput masa depan. Mengunjungi cita-cita yang telah Ku impikan sejak lama. Hingga Aku tega meninggalkan sunrisenya yang ramah. Miris, kejam memang. Namun Aku yakin Ia ikhlas melepasku untuk beberapa waktu. Toh Ia tetap akan Ku kunjungi jika beranjak ke Kota Kelahiran. Jika nanti Tuhan kembali memberi kesempatan untuk pulang, kan Ku habiskan waktu mendengarkan pasirnya berbisik ditelingaku, menyaksikan ombak-ombaknya yang saling bergulat, dan membiarkan angin-angin manja bermain disekujur tubuhku. Hingga Sang Surya membenamkan dirinya hari itu, akan Ku temani PantaiKu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar