Long Distance atau Hubungan jarak jauh bukan lagi hal yang jarang. Banyak sekali kita temukan kondisi hubungan seperti ini di sekitar kita. Bahkan mungkin Pembaca sekalian adalah Penganutnya. Hubungan seperti ini memang sulit untuk dijalani. Banyak rintangan dan masalah yang timbul, mulai dari kecemburuan, ketidakpercayaan akan kesetiaan pasangan sampai pada porsi komunikasi yang minim dapat mengganggu hubungan romantis Anda sebelumnya. Tapi semua permasalah hidup manusia ada pemecahnya. Anda hanya perlu melakukan beberapa langkah di bawah ini.
Jaga komunikasi. Kunci utama untuk mempertahankan hubungan cinta jarak jauh adalah dengan mengadakan hubungan secara terus-menerus, seperti sms-an, telepon, email, chatting. Dengan frekuensi yang berkelanjutan, walaupun hanya bercerita mengenai hal yang membosankan, namun hal ini akan membuat jarak Anda dan pasangan Anda seperti di sebelah tembok walaupun pada faktanya Anda terpisah berkilo-kilo jauhnya.
Perhatian dan perhatian. Jarak jauh bukan berarti Anda melupakan yang namanya perhatian. Anda dapat mencari tahu apa yang dia sukai, atau mengirim kata romantis, atau sekedar menanyakan kabar, apakah sehat atau sakit. Semakin Anda perhatian, maka si dia akan merasa bahwa Anda juga memikirkannya, dan sekali lagi…walaupun dengan jarak jauh.
Tetap semangat. Walaupun Anda membina hubungan cinta jarak jauh, namun bukan berarti kemudian Anda menjadi lesu dan tak bersemangat dalam menjalani hidup, karena tidak ada si doi. Jika dulu sebelum Anda pacaran jarak jauh, Anda tidak sempat melakukan sesuatu, maka inilah kesempatan Anda untuk melakukannya, tentunya untuk hal yang positif dan tidak untuk menyakiti perasaan pasangan Anda.
Tetap rukun. Untuk pacaran jarak jauh, maka ponsel dan email adalah jalan utama untuk membina komunikasi. Jadi, jangan biarkan setitik api pun yang dapat menyulut perselisihan, hingga membuat masalah tambah rumit. Usahakan untuk tidak mengacuhkan sms, telepon ataupun email dari pasangan Anda dan berusaha untuk menyelesaikan masalah yang ada, bukan menggantungkan masalah.
Selalu pengertian. Jika suatu ketika Anda dipersatukan kembali, maka pahamilah bahwa dirinya memerlukan adaptasi kembali untuk bersama Anda atau berada di lingkungan yang berbeda. Coba bicarakan apa yang sedang terjadi sehingga Anda dapat mengerti kehidupan pasangan Anda di habitatnya yang berbeda dengan Anda.
Jika semua langkah di atas sudah Anda lakukan sepenuhnya, Anda harus mengingat satu hal penting. Jalani semuanya dengan ikhlas dan dari hati setulusnya. Karena terkadang tiap pasangan dapat merasakan apa yang ada dipikiran Anda saat itu. Jangan sekali kali melakukannya karena terpaksa, karena pasangan Anda dapat merasakan, dan hal itu akan amat menyakitkan perasaan mereka. Jadilah Kekasih yang Setia!
Jika Kamu Menjalin Hubungan Cinta Jarak Jauh . . .
Selasa, 05 Januari 2010
0
komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subscribe RSS
Search
Followers
Categories
- Tulisan Ga Guna (1)
Blog Archive
-
▼
2010
(8)
- ► Mar 21 - Mar 28 (1)
- ► Feb 28 - Mar 7 (1)
- ► Jan 31 - Feb 7 (1)
-
►
2009
(1)
- ► Sep 27 - Okt 4 (1)
About Me
- farizramadhan
- Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
- Tempatku berbagi, menuangkan apa yang selama ini telah menjadi hobi semangatku akan sesuatu. Aku senang, aku suka, kutuliskan disini.
Daftar Blog
Mukadimah Fajar
Aku mencintaNya, Tuhan. Wanita ciptaanMu yang saat ini Kau takdirkan padaku.
Aku begitu yakin, Dia lah wanita itu. Wanita yang mampu tenangkan Aku nanti dikala gundah hati. Wanita yang dapat memberikan setiap senyum manisnya pada tiap persendian di tubuhku.
Ia sungguh punya kuasa akan kontrol diriku. Keberadaannya membuat lelaki jatuh hati. Sorot mata indah itu mampu mengendalikan kehidupan di sekitarnya. Begitu menurutku sosoknya.
Dengan itu, tegakah Engkau menjauhkan hatiku dan hatinya. Bukankah semua organ vital tubuh manusia diciptakan berpasangan? Kenapa Aku begitu menginginkan hatinya menjadi pasangan hatiku yang tunggal? HatiKu terlanjur memilih hatinya untuk menemani tiap detak jantungku. Kebetulankah ini? Atau semuanya adalah turut campurMu, My Lord?
Ingin sekali terus menatap mata indahnya. Tetapi Kau tak menciptakan lelaki hanya Aku seorang di dunia ini. Ada begitu banyak yang mampu menarik hatinya. Tapi saat ini Kau percayakan Aku untuk menjaganya, menjadi teman hari-harinya. Dan sekarang Kau pisahkan Aku dan 'keputusanMu' dengan jarak yang tak mampu Ku pandang dengan penglihatan terbatas ini...
Tunjukkan kebijaksanaanMu akan Hubungan ini!
Aku begitu yakin, Dia lah wanita itu. Wanita yang mampu tenangkan Aku nanti dikala gundah hati. Wanita yang dapat memberikan setiap senyum manisnya pada tiap persendian di tubuhku.
Ia sungguh punya kuasa akan kontrol diriku. Keberadaannya membuat lelaki jatuh hati. Sorot mata indah itu mampu mengendalikan kehidupan di sekitarnya. Begitu menurutku sosoknya.
Dengan itu, tegakah Engkau menjauhkan hatiku dan hatinya. Bukankah semua organ vital tubuh manusia diciptakan berpasangan? Kenapa Aku begitu menginginkan hatinya menjadi pasangan hatiku yang tunggal? HatiKu terlanjur memilih hatinya untuk menemani tiap detak jantungku. Kebetulankah ini? Atau semuanya adalah turut campurMu, My Lord?
Ingin sekali terus menatap mata indahnya. Tetapi Kau tak menciptakan lelaki hanya Aku seorang di dunia ini. Ada begitu banyak yang mampu menarik hatinya. Tapi saat ini Kau percayakan Aku untuk menjaganya, menjadi teman hari-harinya. Dan sekarang Kau pisahkan Aku dan 'keputusanMu' dengan jarak yang tak mampu Ku pandang dengan penglihatan terbatas ini...
Tunjukkan kebijaksanaanMu akan Hubungan ini!
Senja di Pantai Panjang Bengkulu
Gradasi hitam dan oranye di langit Senja pantai Panjang Bengkulu selalu indah dinikmati. Cahaya yang lembut selalu membuat hati tenang kala memandangnya. Bisik-bisik pasir putih, seru deruan ombak, suara angin dari puncak pinus tak akan pernah terlupakan hingga kapan pun. Membuat betah berbaring di permadani pasirnya yang dingin hingga larut sunset menjelang. Tapi Pengalaman itu akan jarang Aku rasakan untuk beberapa waktu kedepan. Ini masalah menjemput masa depan. Mengunjungi cita-cita yang telah Ku impikan sejak lama. Hingga Aku tega meninggalkan sunrisenya yang ramah. Miris, kejam memang. Namun Aku yakin Ia ikhlas melepasku untuk beberapa waktu. Toh Ia tetap akan Ku kunjungi jika beranjak ke Kota Kelahiran. Jika nanti Tuhan kembali memberi kesempatan untuk pulang, kan Ku habiskan waktu mendengarkan pasirnya berbisik ditelingaku, menyaksikan ombak-ombaknya yang saling bergulat, dan membiarkan angin-angin manja bermain disekujur tubuhku. Hingga Sang Surya membenamkan dirinya hari itu, akan Ku temani PantaiKu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar